TUDUHAN PANGDAM BRAWIJAYA ITU SALAH ALAMAT (1-2)

“Alhamdulillah, dakwah tauhid yang ditempuh oleh JAT telah mengalami perkembangan di berbagai lini masyarakat. Perkembangan positif yang patut untuk disyukuri ini tidak serta merta berlalu lancar, tanpa adanya tantangan tipu daya thaghut yang kian hari kian menajam, seperti munculnya tuduhan dari Pangdam V Brawijaya bahwa dakwah tauhid JAT memecah belah masyarakat, juga peristiwa masjid Sidotopo. Berikut wawancara eksklusif bersama Amir JAT dalam menanggapi fenomena tersebut.”

Majalah Ansharut Tauhid (MAT): “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pada kesempatan hari ini, kami dari Majalah Ansharut Tauhid, berniat untuk melakukan wawancara yang berkenaan dengan peristiwa 30 Juni di Surabaya, berkaitan dengan desakan dan himbauan dari Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suwarno kepada seluruh jajaran TNI dan kepolisian untuk mengawasi kegiatan dakwah ustadz Abu. Bagaimana tanggapan ustadz mengenai hal ini?

 

 

Amir Jamaah Ansharut Tauhid (Amir JAT):  Alhamdulillahirabbil alamin, wash-shalatu was salaamu ala asyrafil anbiya’i wal mursalin wa’ala alihi wa ashabihi ajma’in… memang biasalah di negeri kafir di negeri yang bukan negeri Islam, setiap ada dakwah Islam yang benar, itu pasti mengagetkan para pejabatnya atau orang-orang kafirnya…ya kan… jadi persoalannya memang, negeri ini negeri kafir jadi bukan negeri Islam, jadi setiap kita menerangkan Islam yang benar yang bertentangan atau dianggap bertentangan dengan undang-undang negaranya itu pasti akan menimbulkan keterkejutan. Jadi nampaknya, Panglima KODAM ini juga terkejut, saya tidak tahu apakah dia orang Kristen atau Muslim, kalau dia orang Kristen wajar, ya…jadi kalau non Islam diterangkan begini pasti terkejut.

 

Kalau dia seorang muslim, itu ada dua kemungkinan atas sikapnya itu ya…, jadi sikapnya itu dia bodoh yakni tidak mengerti Islam, atau dia terkena penyakit wahn, yakni cinta dunia atau takut mati. Sehingga, kalau Islam diterangkan dengan benar, ia khawatir akan mengancam kedudukannya, atau mengancam hartanya atau mengancam kepentingan dunianya…hanya itu persoalannya.

MAT: Selanjutnya, tadi ustadz menyebut bahwa negara ini adalah negara kafir…pada sisi lain PANGDAM V BRAWIJAYA ini juga menuduh Ustadz melakukan tindakan yang bisa memecah belah masyarakat, dengan mengkafirkan seluruh manusia, bagaimana tanggapan Ustadz berkenaan hal ini dan sebenarnya apa ciri-ciri dari Darul Kufri dan Darul Islam itu?

Amir JAT: Baik, jadi sebenarnya tuduhan itu salah alamat,  kita bukan mengkafirkan seluruh manusia, tetapi kita mengkafirkan manusia yang dikafirkan oleh Allah ta’ala dan tidak mengkafirkan manusia yang tidak dikafirkan oleh Allah ta’ala. Jadi kita mengkafirkan orang itu dasarnya pasti dari Allah dan Rasul. Karena yang berhak menilai seseorang itu kafir… itu hanya Allah dan Rasul.

Adapun ciri-ciri Darul Islam itu adalah negara yang Presidennya muslim, dasar negaranya Qur’an dan Sunnah dan Undang-Undang atau hukum positifnya adalah hukum Islam, atau hukum buatan manusia yang tidak bertentangan dengan hukum Islam, meskipun mayoritas penduduknya adalah orang kafir. Itu namanya Darul Islam Adapun Darul Kufri adalah yang sebaliknya, di mana dasar negaranya bukan Qur’an dan Sunnah, hukum positifnya tidak  hukum Islam, meskipun Presidennya mengaku muslim. Jadi itu Darul Kufr. Karena ukuran dari ulama ahlussunnah wal jamaah termasuk ulama salaf, itu tadi…

Jadi, definisi Darul Islam itu terletak pada dasar pemimpin dan hukum positifnya, itu yang disebut Darul Islam, memang banyak orang yang salah paham, terutama di akhir zaman ini kena paham yang disebut paham sesat MURJI’AH.

Murji’ah itu berpendapat, orang itu asal dia percaya pada Allah dan Rasul, meskipun perbuatannya itu syirik atau lebih parah lagi, itu dianggap tidak mempengaruhi keimanannya, sehingga berdasarkan pemahaman Murji’ah;  Indonesia ini dianggap negara Islam, karena Presidennya mengaku muslim dan di dalam negerinya terdengar suara adzan dan orang boleh shalat. Itu thok ukurannya, yang begini ini pemahaman Murji’ah.

Karena mereka mengartikan iman hanya keyakinan hati saja..itu saja. Ahlussunnah wal jamaah tidak begitu, iman itu disamping hatinya percaya, lesannya juga mengikrarkan, perbuatannya juga harus disesuaikan dengan syariat.

Oleh karena itu, orang bisa murtad karena ucapan, orang bisa murtad karena perbuatan, meskipun hatinya masih percaya. Tapi jika perbuatannya melanggar pokok Islam yang dikafirkan Allah ya kafir…Kalau ucapannya melanggar pokok Islam yang dikafirkan Allah ya jadi kafir…

Jadi kepercayaan dalam hati saja itu tidak ada gunanya, itulah ukuran yang benar menurut Ahlussunnah wal Jamaah..lha umat Islam sekarang ini kena paham Murji’ah maka disebut NEO MURJI’AH kebanyakan begitu..paham…, karena mereka menilai negara ini sebagai negara Islam, padahal negara kafir ini..negara musyrik…paham ya…jadi kalau kita terangkan islam yang benar, pasti pejabatnya kaget, itu biasa orang kafir itu pasti begitu…

MAT : Pernyataan Pangdam v BRAWIJAYA ini muncul beberapa hari setelah peristiwa Sidotopo, ini kira-kira bagaimana pendapat ustadz berkenaan hal tersebut?

Amir JAT: Ya..mengenai Sidotopo itu memang aneh peristiwa itu…Masjid itu ditutup oleh Polisi alasannya sebenarnya  bukan karena pengajian, tetapi alasannya karena masjid itu tidak punya IMB (Ijin Mendirikan Bangunan). Itu tidak pernah ada yang begitu itu, maka ketika diprotes oleh para pemuda akhirnya mesjid itu dibuka kembali sekarang boleh dipakai sholat, tetapi masih tetap tidak boleh untuk pengajian. Karena memang sasarannya pengajian yang menerangkan Islam yang benar…itu..tujuannya memang seperti itu.

Jadi memang persoalannya sekarang, di Indonesia ini terjadi pertentangan antara pejuang-pejuang yang akan menegakkan Islam yang murni dengan kelompok-kelompok yang akan menghalangi Islam yang murni, boleh Islam tapi Islam menurut aturan mereka…bukan Islam menurut aturan Qur’an dan Sunnah.

Ini terjadi sekarang di Indonesia, antara pejuang yang akan memperjuangkan ajaran Islam menurut konsep Al-Qur’an dan Sunnah dengan kelompok yang berusaha supaya Islam yang diamalkan itu bukan Islam yang menurut Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi Islam menurut politik mereka, peraturan mereka.

Sehingga sekarang ini kita tahu ada usaha-usaha yang akan mengganti syariat, misalnya UU Perkawinan, dengan dilarangnya Poligami karena itu dianggap merugikan wanita. Sekarang malah Poligami boleh tapi harus izin istri…dan lain sebagainya, itu menyalahi syariat…jadi Islam menurut peraturan mereka, bukan menurut Al-Qur’an dan Sunnah. Oleh karena itu, Indonesia ini negaranya negara kafir…jelas! Kafir dan musyrik. Karena memang ya itu tadi…nah itu persoalannya.

 


"Negara yang berdasarkan idiologi Ciptaan manusia seperti Negara Nasionalis, Sosialis, Demokrasi, Pancasila dll adalah bentuk negara Bid'ah Mukaffiroh (Bid'ah yg menjerumuskan kepada Kekafiran) yg direkayasa oleh kafir Zionis Yahudi untuk mengotori Aqidah umat islam dan untuk memisahkan Ummat Islam dari Al Qur'an dan Sunnah." (eds 05)



Publikasi

"Negara yang berdasarkan idiologi Ciptaan manusia seperti Negara Nasionalis, Sosialis, Demokrasi, Pancasila dll adalah bentuk negara Bid'ah Mukaffiroh (Bid'ah yg menjerumuskan kepada Kekafiran) yg direkayasa oleh kafir Zionis Yahudi untuk mengotori Aqidah umat islam dan untuk memisahkan Ummat Islam dari Al Qur'an dan Sunnah." (eds 05)



Akhbar

 

JamaahAnsharutTauhid

Aqidah dan Manhaj

Berikut ini adalah aqidah dan manhaj Jama’ah Ansharut Tauhid, yang menjelaskan mengenai jati diri kami dan apa-apa yang kami sepakati
more »

Profil JAT

Allah 'Azza wa Jalla dan Rasul-Nya telah memerintahkan umat manusia agar hidup berjama’ah, berkumpul, saling membantu, saling
more »

Khiththoh JAT

Khiththoh ini sebagai rencana induk (masterplan) jama’ah yang merupakan wujud nyata dari keyakinan bahwa Diinul Islam mengajarkan
more »

Kontak JAT

Sekretariat: Jl. Semenromo no.58, 04/XV Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.
telp. 0271-2167285
Email: info@ansharuttauhid.com