Kronologis dan Penjelasan Sikap JAT Terhadap Insiden Masjid Amar makruf NAhi Mungkar, Bulak Kapal, Bekasi
Kamis, 24 Desember 2009
19 Dzulhijjah 1430 / 6 Desember 2009
Kronologis dan Penjelasan Sikap JAT
Terhadap Insiden Masjid Amar makruf NAhi Mungkar, Bulak Kapal, bekasi
19 Dzulhijjah 1430 / 6 Desember 2009
Kronologis
Penyusunan kronologis ini didasarkan dari Laporan Tim Investigasi Sariyyah Da’wah wal I’lam
Imaroh Wilayah Jakarta :
1. Pengakuan dari Panitia Bedah Buku “ Jihad Melawan Teroris “ a.n Abdul Aziz sebagai berikut :
Kajian bedah buku ahad pagi berjudul "Jihad Melawan Teroris" diwarnai kerusuhan oleh beberapa oknum jama'ah abu bakar basyir (+- 50 orang, bahkan hadir juga diantara mereka Ust. Halawi Ma'mun), kerusuhan dipicu ketika ust. Zaenal abidin (selaku pemateri) menyebutkan nama Ust. Abu Bakar Basyir pada saat kajian baru berjalan 10 menit, kemudian salah satu dari mereka (yaitu Ust. Halawi Ma'mun dan diikuti oknum jama'ah Abu Bakar Ba’asyir yang lain) langsung meneriakan takbir Allohu Akbar secara serempak dengan suara yang sangat keras. Mulai saat itu kondisi mulai tidak kondusif dan mencekam, beberapa dari mereka langsung menghampiri ust. Zaenal Abidin,LC. dan berusaha untuk menzolimi ustadz.
Alhamdulillah hal itu tidak terjadi karena kesigapan dari panitia dan beberapa jama'ah bedah buku yang ikut membantu menenangkan beberapa oknum jama'ah Abu Bakar Ba’asyir tersebut.
Beberapa oknum tersebut terlihat membawa senjata tajam dan senjata api (menurut penglihatan jama'ah bedah buku yang lain). Sebagian dari mereka meneriakan Ust. Zaenal abidin dengan kata-kata "Bangsat, Murtad, Kafir, dll". Sepertinya kerusuhan ini memang sudah direncanakan oleh mereka mengingat pada pagi hari mereka sudah mempelajari kondisi dan medan masjid juga mempersiapkan peralatan berbagai senjata dan menyimpan sendalnya di dalam tas. (bahkan mereka hendak menyerbu kajian ini setelah kajian mereka di tempat lain selesai).
NB : Mereka tidak menodongkan senjata api dan tidak ada jamaah yg terluka dengan senjata tajam. (Ana punya rekamannya, karna waktu itu ana sebagai panitia kajian)
2. Penyelidikan oleh anggota Tim Investigasi Sariyyah Dawlam JAT Wilayah Jakarta atas e-Mail yang dimuat Mailing List As Sunnah melalui Yahoo Messenger dengan saudara Abdul Aziz tersebut lebih menguatkan dugaan , bahwa kelompok Salafiyyun yang mengadakan acara tersebut memang disengaja hendak menyulut bentrok fisik dengan pihak yang akan dipancing. Dalam hal ini bukan kelompok JAT, tetapi ditonjolkan oknum yang seolah mewakili JAT.
3. Pengakuan dari Ust. Halawi Makmun Lc. MA. kepada Tim Investigasi Sariyyah Dawlam JAT Wilayah Jakarta sebagai berikut :
“Maksud kami hadir dalam acara bedah buku "Jihad Melawan Teror" yang ditulis oleh Zainal Abidin Lc. Adalah untuk menyampaikan hujjah dan meluruskan manakala ada pernyataan yang menjurus kepada fitnah. Hal ini didasari karena para pemuka Salafi kerap kali memojokkan para mujahid.”
Hal ini telah direncanakan dalam rapat oleh Ust. Halawi dan jamaah halaqoh yang di bimbingnya pada malam hari sebelumnya (sabtu, 5 Desember 2009) di daerah Petukangan.
Selanjutnya setelah Zainal Abidin melakukan muqodimah dan menyebut nama ust. Abu Bakar Ba’syir sambil mengutip perkataan beliau dari TV, pada saat itu serentak terdengar takbir dari ikhwan-ikhwan, Lalu salah seorang dari anggota halaqoh ust. Halawi (bpk. Haidir) berdiri dan menyampaikan perkataan yang di tujukan kepada Zainal Abidin : “Kenapa Antum Fitnah Ust. Abu Bakar Ba’asyir?” Sambil maju kedepan.
Pada saat maju tersebut, ada seseorang yang menghalangi dan memukul sdr. Haidir.
Beberapa Ikhwan lain yang melihat kejadian itu langsung menyerang oknum pemukul tersebut dan terjadilah baku hantam.
Pada saat itu Ust. Halawi Meminta kepada Ust. Zainal untuk meneruskan pembicaraannya mengenai ust. Abu Bakar Ba’asyir tetapi Berhubung diluar sudah ada polisi ust. Halawi khawatir adanya jebakan, maka beliau dan jamaah pun keluar.
Kesimpulan
Sangat terlihat jelas , bahwa Panitia Bedah Buku “ Jihad Melawan Teroris “ ingin memperkeruh masalah ummat Islam yang sudah terlalu banyak dengan mengadakan acara semacam itu dimana pada waktu bersamaan juga JAT Mudiriyyah Bekasi mengadakan acara Bedah Buku lain di tempat yang tidak berjauhan dari mesjid Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bulak Kapal. Dimana hal seperti ini berpotensi menyulut bentrokan fisik.
Pemukulan yang terjadi kepada saudara haidir (bukan anggota JAT) oleh oknum tertentu karena mempertanyakan sikap pembicara yang selalu melempar berbagai tuduhan fitnah sepihak ke atas ust. Abu Bakar Baasyir menunjukkan bahwa acara di Masjid Amar Makruf Nahi Mungkar memang sudah berangkat dari titik kebencian dan permusuhan hingga mengakibatkan sebuah sikap yang berlebihan oleh oknum tersebut terhadap si penanya.
Maka kesimpulan kami :
1. Bahwa patut diduga insiden ini terjadi untuk menarik – narik Jama’ah Anshorut Tauhid kepada benturan secara fisik dengan kelompok Islam lainnya , dalam hal ini adalah kelompok yang menyebut diri mereka sebagai “Salafiy”.
2. Bahwa insiden kecil ini akan dimanfaatkan pihak tertentu yang menghendaki lemahnya kaum muslimin dan secara khusus ada upaya pencitraan negatif kepada jama’ah Anshorut Tauhid, utamanya kepada Amir Jama’ah , Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.
Sikap JAT.
Berdasarkan hal – hal diatas maka Jama’ah Anshorut Tauhid menyatakan sikap sebagai berikut :
1. Jama’ah Ansharut Tauhid menyatakan bahwa tidak ada intruksi ataupun program atau kebijakan institusi untuk mengacaukan acara kelompok lain , maka JAT tidak terkait / terlibat dengan insiden Bulak Kapal tersebut .
2. Jama’ah Ansharut Tauhid menghimbau semua pihak terutama kelompok yang mengaku “Salafiy” untuk tidak menjadi perpanjangan tangan siapapun dalam memperkeruh kondisi Ummat Islam yang sedang dalam keadaan lemah ini.
3. Kepada ikhwan-ikhwan yang sepandangan dengan kami, baik yang bergabung dalam Jama’ah Anshorut Tauhid ataupun tidak, kami ingatkan agar berhati – hati dan menghindari jebakan apapun yang bisa mengakibatkan hal yang fatal serta menjauhkan kita dari ridho Alloh Azza wa Jalla .
4. Jama’ah Ansharut Tauhid megajak kepada seluruh umat agar terus membangun kekuatan Islam hingga pada saatnya , Alloh Azza wa Jalla memberi kita jalan untuk menunaikan Jihad Fii Sabilillah dalam arti yang sebenar-benarnya .
Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin , Hasbunallahu wa ni’malwakiil.
Solo , Muharram 1431 / Des 2009
Tertanda
Katibul ‘Aam JAT